SEBERAPA MAKSIMALKAH KITA MEMANFAATKAN FASILITAS SEBUAH PROGRAM KOMPUTER?

September 3, 2010 in Teknologi dalam Pendidikan by wakhyudin

Perkembangan dunia IT ( baca :Teknologi Informasi ) sedemikian pesatnya. Bahkan untuk ukuran orang awam di bidang IT tentu menjadi suatu hal yang mustahil untuk ‘mengejarnya’. Mengejar dalam arti segi kepemilikannya, penggunaanya, atau bahkan ilmu yang menyertainya. Sebagian orang masih terkagum-kagum dengan adanya Komputer sebuah mesin pintar serba bisa sekalipun dengan Procesor Pentium I,II,III, atau IV. Belum habis rasa herannya, mereka sudah dihadapkan pada Teknologi Dual Core atau bahkan Core 2 Duo. Bahkan dari dua procesor yang baru disebut tadi ternyata sudah disusul dengan yang lainnya, yang notabene berkemampuan super cepat dalam kinerjanya. Ini baru perangkat kerasnya (hardware).

Bagaimana dengan perangkat lunaknya ( software ) ? Ini juga tidak kalah pesat dalam hal perkembangannya. Lihat saja dari perusahaan seperti Microsoft, ketika saya buka sebuah program komputer ‘jadul’ dengan instalasi Windows 98 berikut Word Processing versi lama juga, salah seorang teman ada yang terheran-heran, karena dia tidak pernah mengenal komputer dan seluk-beluk di dalamnya. Sementara teman lain yang sudah akrab dengan Windows 7 berikut MS Office 2007 atau Open Source, justru malah terheran-heran dalam arti sebaliknya. Mereka beranggapan, ‘Hari ‘gini kok masih pakai Software ‘Jadul’ ! Apa memang kurang kerjaan?

Ilustrasi di atas menggambarkan betapa beragamnya tanggapan atas sebuah perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat. Walaupun memang tidak kita pungkiri semakin canggih sebuah hardware atau software, tentu sangat mendukung dalam hal kinerjanya. Namun demikian, Saya mau mengajak kembali untuk berinstrospeksi, seberapa maksimalkah kita dalam memanfaatkan sebuah program komputer yang kita gunakan, lepas dari tingkat kecanggihan yang dimilikinya. Kalau boleh saya bertanya ( tentu kepada para pengguna ( user ) kebanyakan, bukan pada seseorang yang memang sudah ahli di bidangnya. Kalau saja saat ini misalanya sudah menggunakan Software berbayar seperti Windows Vista atau bahkan Windows 7 dengan perangkat pendukung, misal MS Office 2007, apakah pada versi pendahulunya mereka sudah dapat menguasai atau memanfaatkan lebih 75% kemampuan software tersebut? Sekalipun hal itu bukan merupakan pra-syarat mutlak. Akan tetapi setidaknya, jika kita telah dapat menguasai/memanfaatkan dengan maksimal tentu akan menjadi daya dukung tersendiri dalam menggunakan Software pengembangannya. Alhasil kemampuan hardware atau software yang sedemikian canggih itu tidak akan sia-sia dalam hal kemampuannya. Kalau boleh Saya gambarkan lagi, jika pekerjaan kita hanya untuk ketik-mengetik saja, tentu tidak mutlak harus menggunakan komputer dan software versi terbaru yang harganya selangit. Akan berbeda jika digunakan untuk editing video atau untuk pengerjaan-pengerjaan rumit semisal untuk ‘Programming’ dan sebagainya.

Pada akhirnya, Saya mengajak, mari kita kuasai dan manfaatkan secara maksimal apa yang ada dihadapan kita, sebelum ter’obsesi’ dengan hal-hal baru yang mungkin sebenarnya belum kita perlukan. Namun kita juga tidak boleh mengabaikan perkembangan kemajuan harware dan software yang ada, sehingga kita tidak menjadi orang-orang yang ‘gaptek’ ( baca:gagap teknologi ).

Membangun RPP membantu siswa mengejar mimpi dan masa depan

September 3, 2010 in Kurikulum by Agnito Moningka

Membangun RPP membantu siswa mengejar mimpi dan masa depan

Oleh: Agnito Moningka untuk para guru di SD Kat. St. Paulus Bumi Beringin

Sebagai ucapan terima kasih bagi rekan guru yang telah mendidik anakku di sekolah ini.

28 Agustus 2010

Sumber:

Peraturan Pemerintah RI no.19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no.22 Tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006 Tentang Standar Isi

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no.23 Tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no.24 Tahun 2006 Tanggal 2 Juni 2006 Tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no.22 dan no.23

http://www.facebook.com/topic.php?uid=353930539615&topic=12957 tentang cara membuat RPP yang benar pada forum diskusi guru se-Indonesia

http://wawanwae.blogspot.com/2010/02/tips-cara-membuat-rpp-yang-baik-panduan.html

Laporan Juara Intel Education Award tahun 2009 dan 2010

Lampiran tentang 21st Century Skills dan Taksonomi Bloom pada Enhancement GSC


PENGANTAR

Tugas guru adalah mendidik agar siswanya sukses dalam pembelajaran dan sukses di masa depan. Demikian pendidikan merupakan proses terencana dan sistematik. Mata pelajaran adalah sarana menggapai kesuksesan siswa tadi. Nilai adalah hasil dari proses belajar siswa secara maksimal di mana guru menjadi pendamping, pendorong, penyemangat dan sumber informasi dari sekian banyak informasi yang dapat dicerna anak dalam dunianya.

Dunia anak sekarang sudah jauh berbeda dengan dunia saat guru sendiri menjadi siswa. Sumber belajar dan informasi sedemikian melimpah berada di seputar anak. Mereka dijejali oleh informasi lewat pendengaran, penglihatan, pengalaman, keingintahuan dan eksplorasi mereka sendiri. Artinya pembelajaran tidak boleh lepas dari dunia anak apapun matapelajaran itu. Anak dilatih melalui mata pelajaran yang diampuh guru, mampu mengambil sikap secara benar dan kritis atas apa yang terjadi di sekitar mereka. Maka pembelajaran menjadi pendidikan dan belajar untuk hidup bukan sekedar mengejar nilai tertinggi.

Persiapan menjadi kata kunci dalam sukses pembelajaran tersebut. Sukses pembelajaran harus dimulai persiapan guru mengajar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) hendaklah merupakan rincian proses tersebut. RPP yang rinci dapat dimengerti bahkan dilaksanakan oleh setiap orang yang membacanya karena RPP sebenarnya adalah Skenario dari Pembelajaran yang disusun secara terencana, sistematik, lengkap dan operasional.

Selama dua kali menjadi juri pada Intel Education Award yang dilaksanakan bersamaan dengan Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional kami menemukan betapa kurusnya RPP yang dibuat oleh para juara Propinsi ini. Sebenarnya sangat memprihatinkan. Beberapa hal dapat disebutkan: perumusan tujuan pembelajaran yang kurang baik, salahnya perumusan indikator, terlalu singkatnya Langkah-langkah pembelajaran dan masih banyak lagi. Intinya, RPP sangat kurus, tidak operasional dan orang yang membacanya tidak dapat membayangkan proses belajar mengajar di kelas dari RPP tersebut.

Sialnya lagi, RPP di kalangan guru sepanjang pengamatan kami adalah RPP yang copy-paste. Kalaupun punya RPP, pembelajaran yang terjadi di kelas tidak berlangsung sesuai dengan rencana yang dibuat oleh guru. Akhirnya yang ada adalah bagaimana pengetahun guru atau buku disampaikan dan diserap (bahkan dihafal atau dikerjakan) oleh siswa. Siswa tidak diberi kemampuan untuk mengembangkan apa yang sudah dia ketahui di sekitar dia berhubungan dengan materi ajar. Betapa RPP hanyalah rutinitas demi syarat administrasi semata dan bukan menjadi pegangan mutakhir guru dalam mengajar.

Merancang RPP

Format RPP

A. Identitas
Tuliskan identitas RPP terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas-/Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.

1. RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar.

2. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar  tidak dapat diubah karena diambil dari Standar Isi dan Standar Kelulusan Siswa. Standar Kompetensi adalah kompetensi utama yang harus dicapai oleh siswa. Standar Kompetensi ini dijabarkan dalam beberapa Kompetensi Dasar yang harus dikuasai siswa setelah mengikuti pembelajaran.

3. Indikator.
Penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator ini harus dikembangkan oleh guru untuk siswanya sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.
Rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
Indikator ini menjadi dasar bagi penyusunan alat penilaian. Kalimat operasional menjadi syarat utama bagi penyusunan Indikator. Guru yang baik akan merumuskan Indikator dengan memperhatikan perkembangan pemikiran yang terdapat dalam Taksonomi Bloom (lihat lampiran).
Kalimat operasional terukur dapat berisi komponen ABCD (Audience = Siswa, Behavior = Perilaku, Competency = Kompetensi dan Degree = peringkat/ukuran).

4. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 40 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya.

B. Tujuan Pembelajaran
Tuliskan output (hasil langsung) dari satu paket pengalaman belajar yang dikemas oleh guru, karena itu penetapan tujuan pembelajaran dapat mengacu pada pengalaman belajar siswa.

C. Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan indikator. Materi dikutip dari materi pokok yang ada dalam silabus. Materi pokok tersebut kemudian dikembangkan menjadi beberapa uraian materi. Untuk memudahkan penetapan uraian materi dapat diacu dari indikator.

D. Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.
Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode-metode yang diintegrasikan dalam satu pengalaman belajar siswa:
1. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
2. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inquiri, observasi, tanya jawab, dan seterusnya.

E. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Langkah-langkah standar yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Kegiatan pendahuluan
Orientasi: memusat perhatian siswa terhadap materi yang akan dibelajarkan. Dapat dilakukan dengan menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar dan sebagainya.
Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada siswa tentang materi yang akan diajarkan.
Tahap ini juga dapat digunakan untuk mengetahui pengetahuan prasyarat yang harus dimiliki siswa, dapat digali dengan melakukan pretest atau serangkaian pertanyaan brainstorming yang dimulai dengan pertanyaan sederhana yang bisa dijawab oleh semua siswa dan lintas matapelajaran.
Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yang akan diajarkan.
Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar, bisa juga berupa mind mapping.
Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).
b. Kegiatan inti
Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui siswa untuk dapat menkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar siswa dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.
Untuk memudahkan, sebaiknya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS).
Catatan: LKS yang ada pada buku LKS yang diperdagangkan belum tentu sesuai dengan rencana yang disusun oleh guru.
Pentinglah bahwa guru secara rinci mendeskripsikan proses selama kegiatan inti ini. Guru melakukan apa dan siswa melakukan apa. Bila diperlukan guru juga hendaknya memberikan alat bantu (scaffolding) yang dapat menggiring siswa beraktivitas sesuai yang diharapkan guru.
c. Kegiatan penutup
Guru mengarahkan siswa untuk membuat rangkuman/simpulan.
Guru memeriksa hasil belajar siswa. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta siswa untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% siswa sebagai sampelnya.
Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi-/pengayaan.
F. Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber (tenaga ahli, seperti bidang, lurah, polisi, dsb), alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. Sumber belajar yang diambil dari Internet haruslah disebutkan secara jelas di sini.
G. Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian.

Perlu disadari oleh guru, bahwa:
1. RPP yang benar akan berdampak pada penulisan materi ajar dan LKS sendiri oleh guru. Sebab materi ajar pada Buku Pegangan Belajar Siswa dan LKS (yang dijual bebas) belum tentu sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun oleh guru.
2. Dengan menyusun sendiri RPP, guru mendorongan dirinya untuk menyiapkan fasilitas pembelajaran untuk memudahkan siswa belajar.
3. Ide-ide kreatif yang bertujuan membelajarkan siswa akan berdampak pada peningkatan efektifitas pembelajaran.

4. Ide-ide kreatif tersebut hanya dapat dihasilkan oleh seorang guru yang ikhlas berusaha mencerdaskan siswanya.

5. Dalam penyusunan RPP guru hendaknya juga memperhatikan bagaimana kerjasama, pemikiran kritis, kecakapan berpikir tingkat tinggi dapat diakomodir dalam RPP nya secara khusus tercermin dalam perumusan indikator dan langkah-langkah pembelajaran.

6. Kontrak belajar di awal semester atau pada setiap awal SK/KD sebaiknya dilaksanakan agar menjadi jelas apa hak dan tanggung jawab dari guru dan siswa.

7. Sistem penilaian yang akan dipergunakan oleh guru secara rinci diketahui oleh siswa.

Proses Pelatihan: (120 menit)

  1. Siapkan SK/KD yang akan dibuatkan RPP (5 menit)
  2. Mengisi Identitas (35 menit)
    1. Merumuskan Indikator sesuai dengan SK/KD dengan memperhatikan taksonomi bloom dan Kecakapan Abad 21 (30 menit)
    2. Menetapkan jumlah jam pelajaran (5 menit)
  3. Merumuskan Tujuan Pembelajaran (10 menit)
  4. Mendeskripsikan Materi Pembelajaran (15 menit)
  5. Menetapkan Metode Pembelajaran (5 menit)
  6. Menguraikan secara rinci langkah-langkah pembelajaran (30 menit)
  7. Menentukan Sumber-sumber belajar (10 menit)
  8. Menentukan sistem penilaian  (10 menit)

Kecakapan berpikir taxonomi Bloom

Tingkat Definisi Apa yang dilakukan guru Apa yang dilakukan siswa Kunci
Pengetahuan Mengidentifikasi dan memanggil kembali informasi Ceritakan, perlihatkan, tunjukkan Menyerap, mengingat, mengenali, mengakses awal pengetahuan Daftar, mengingat, menyebutkan
Pemahaman Mengerti informasi yang tersedia; menetapkan masalah dengan kata-katanya Membandingkan, membuat kontras, mendemonstrasikan Menjelaskan,

menterjemahkan, mendemonstrasikan

Mendiskusikan, mengidentifikan, menceritakan
Aplikasi Menggunakan konsep pada situasi baru Mengobservasi, memfasilitasi, mengkritisi Memecahkan masalah, mendemonstrasikan pengetahuan Mengaplikasikan, menghitung, mengubah, memilih, mengklasifikasi, melengkapi, mendemonstrasikan, menemukan, mendramatisasi, menggunakan, menguji, eksperimen, mengilustrasikan, menginterprestasikan, memodifikasi, mengoperasikan, praktek, menghubungkan, menjadwalkan, menunjukkan, membuat sketsa, memecahkan, memakai
Analisa Membedah informasi ke dalam bagian-bagian kecil yang berhubungan Memandu, memeriksa, melayani sebagai sumber Membedah, mendiskusikan,  menemukan Menganalisa, menilai, mengatur, menghitung, membuat kategori, mengklasifikasi, membandingkan, menghubungkan, membuat kontras, mengkritisi, mendebat, membuat pembedaan, membedakan, membagi, menguji, percobaan, menjelaskan, menduga, mengatur, bertanya, memilih, memisahkankan, tes
Sintesa Menempatkan informasi secara bersama untuk menciptakan sesuatu yang baru Memperluas, mengevaluasi, merefleksikan Menggeneralisasi,  memformulasikan, merencanakan Menyusun, merakit/memasang, menggabungkan, menggubah, menciptakan, mendesain, menghitung, menggeneralisasi, mempersatukan, menemukan, mengatur, mengubah, mengorganisasikan, merencanakan, menyiapkan, mengusulkan, mengatur kembali, menulis kembali, menata, mengganti
Evaluasi Memutuskan nilai berdasarkan kriteria Mengklarifikasi, menerima, membuat cocok/ harmonis Memperdebatkan, menaksir, memilih Menghargai/menilai, memberi argumentasi, menilai, melampirkan, memilih, membandingkan, menyimpulkan, meyakinkan, memutuskan, mempertahankan, membedakan, memperkirakan, menerangkan, menilai/menghakimi, mengukur, meramalkan/memprediksikan, mengurutkan, membuat rata-rata, menganjurkan, memilih, meringkas, member dukungan, menguji, menghargai

Kecakapan1 Abad 21

Kecakapan Informasi dan Komunikasi

Kecakapan informasi dan literasi media

Menganalisa, mengakses, mengatur, menggabungkan, mengevaluasi dan menciptakan informasi dalam beragam bentuk dan media. Memahami peran media dalam masyarakat.

Kecakapan Komunikasi

Memahami, mengatur dan menciptakan komunikasi langsung, tertulis dan multimedia yang efektif dalam beragam bentuk dan konteks.

Kecakapan Berpikir dan memecahkan permasalahan

Berpikir Kritis dan Berpikir Sistematis

Melatih analisa suara dalam memahami dan membuat berbagai pilihan, memahami interkoneksi antar sistem-sistem.

Mengidentifikasi, memformulasikan dan mencari solusi permasalahan

Kemampuan untuk membatasi, menganalisa dan memecahkan permasalahan.

Keingintahuan kreativitas dan intelektual

Mengembangkan, mengimplementasikan dan mengkomunikasikan ide-ide baru kepada orang lain, terbuka dan menghormati pandangan baru yang berbeda.

Kecakapan interpersonal dan mengendalikan diri

Kecakapan interpersonal dan kolaboratif

Menunjukkan kelompok kerja dan kepemimpinan; mengadaptasi berbagai tugas dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan pihak lain; melatih empati; menghormati pandangan yang berbeda.

Pengendalian Diri

Memantau pemahaman seseorang dan kebutuhan pembelajaran, menempatkan sumber daya yang sesuai, memindahkan proses pembelajaran dari satu kelompok ke kelompok lain.

Kemampuan untuk bertanggungjawab dan beradaptasi

Melatih tanggung jawab dan kemampuan respon pribadi di lingkungan kerja dan komunitas; mengatur dan memenuhi standar dan tujuan tinggi dari seseorang atau pihak lain; menghargai pikiran yang mendua.

Tanggungjawab Sosial

Menunjukkan tanggung jawab dengan memiliki minat terhadap komunitas yang lebih besar; menunjukkan etika tingkah laku dalam konteks pribadi, lingkungan kerja dan komunitas.

[1] (Sumber –www.21stcenturyskills.org)

Intel Education Awards 2010

August 17, 2010 in Intel Teach Program by Heru Triwiyono

Bersamaan dengan proses penilaian pemililihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional 2010 yang diselenggarakan oleh Kemdiknas, Intel Indonesia Corporation menyelenggarakan sebuah kompetisi untuk memberikan penghargaan bagi para guru yang mengintegrasikan teknologi dan pembelajaran yang berpusat kepada siswa. peserta yang berjumlah 132 orang merupakan perwakilan dari 33 provinsi dan 4 jenjang pendidikan diantaranya TK, SD, SMP  dan SLTA. Penilaian dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama adalah penilaian terhadap RPP dan yang kedua adalah Wawancara.

Penilaian berdasarkan pada rubrik dengan kolom Proses Belajar Mengajar, Penanganan Kelas, Penilaian dan Teknologi. Dua kriteria utama yang ditelaah adalah :

  1. Integrasi teknologi dalam proses pembelajaran
  2. Pembelajaran yang berpusat pada siswa

Pengamatan Juri terhadap peserta menunjukkan beberapa hal :,

  • Fasilitas yang tersedia pada sekolah-sekolah asal para peserta sangat memadai. Sebagian besar sekolah sudah memiliki laboratorium komputer, ruang multimedia, laboratorium bahasa, dan laboratorium penunjang lainnya
  • Pada prinsipnya guru-guru sudah cukup inovatif mencari dan menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan integrasi teknologi dalam pembelajaran mereka. Tapi sangat disayangkan bahwa RPP tidak terlalu rinci, dengan kata lain kegiatan PBM tidak tergambarkan pada RPP.

Berdasarkan rubrik penilaian, Juri menetapkan:

Juara I

Emilda Sulasmi, MPd

TK Negeri Pembina I,

Jl. Serayu no. 22 Padang Harapan

Kota Bengkulu – Propinsi Bengkulu

Nilai Rubrik (skala 4)
Materi Proses Belajar Mengajar Penanganan Kelas Penilaian Teknologi
2.00 3.17 2.23 2.89 2.56

Nilai rata rata : 2.57

Keunggulan:

  • Inovasi media pembelajaran interaktif berbasis IT dengan tingkat kerumitan tinggi serta diimplementasikan kepada siswa dengan memakai metode pembelajaran yang berpusat pada siswa padahal fasilitas sangat terbatas.

Juara II

Abdul Hakim, SPd

SMP Yayasan Pupuk Kaltim,

Jl. Cipto Mangunkusumo no. 1

Bontang – Propinsi Kalimantan Timur

Nilai Rubrik (skala 4)
Materi Proses Belajar Mengajar Penanganan Kelas Penilaian Teknologi
2.50 3.00 3.10 2.33 1.80

Nilai rata rata : 2.55

Keunggulan:

-          Memanfaatkan secara maksimal Internet, Youtube, Facebook  dan blog sebagai sumber bahan ajar, fasilitas kolaborasi, sumber informasi sebagai bahan dasar untuk penelitian dalam pembelajaran di kelas.

Juara III

Lidiya Muthmainnah

SD Anak Terang

Jl. Mahoni Raya No. 18, Taman Royal 1

Tangerang – Propinsi Banten

Nilai Rubrik (skala 4)
Materi Proses Belajar Mengajar Penanganan Kelas Penilaian Teknologi
2.67 2.83 2.37 1.94 2.86

Nilai rata rata : 2.53

Keunggulan:

-          Memahami  kecakapan abad 21, pembelajaran yang berpusat pada siswa dan implementasinya di kelas yang memanfaatkan teknologi secara tepat dalam konteks pembelajaran siswa aktif.

Juara Harapan 1

Dian Rakhmi Dianti

TK Citra Islami

Kompleks Pendidikan Citra Islami

Jl. Citra Raya Timur, Ciakar – Kec. Panongan

Kab. Tangerang – Propinsi Banten

Nilai Rubrik (skala 4)
Materi Proses Belajar Mengajar Penanganan Kelas Penilaian Teknologi
1.83 3.17 2.40 2.89 2.22

Nilai rata rata : 2.50

Keunggulan:

-          Sudah menerapkan Pembelajaran Berbasis Proyek dengan implementasi teknologi dalam prosesnya.

Juara Harapan 2

Sadiman, MPd

SMA Plus Negeri 2

Jl. KH Sulaiman, Kec. Kedondong Raye

Propinsi Sumatera Selatan

Nilai Rubrik (skala 4)
Materi Proses Belajar Mengajar Penanganan Kelas Penilaian Teknologi
2.83 3.17 2.60 1.89 1.98

Nilai rata rata : 2.49

Keunggulan:

-          Proses Belajar Mengajar yang berpusat pada siswa dengan penanganan kelas yang tetap mengarah pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

Juara Harapan 3

Sri Hendrawati, S.Pd, MPd

SDN Sukaluyu 1

Jl. Rereng Adumanis No. 2A

Propinsi Jawa Barat

Nilai Rubrik (skala 4)
Materi Proses Belajar Mengajar Penanganan Kelas Penilaian Teknologi
2.33 3.17 2.53 1.28 2.96

Nilai rata rata : 2.45

Keunggulan:

-          Pembelajaran yang berpusat pada siswa sangat menonjol dan mampu memanfaatkan penerapan teknologi yang sesuai pada pembelajarannya.

demikianlah hasil yang didapat dan diputuskan oleh tim Juri Intel Education Awards  (Agnito Moningka, Heru Triwiyono, Sri Adelila Sari dan Wendhie Prayitno)

Pengumuman pemenang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 16 Agustus 2010 di Gedung A Kemdiknas. pada kesempatan ini juga, Education Manager Intel Indonesia C orporation bapak Brimy Laksamana meluncurkan sebuah pelatihan Online Mandiri yang bernama Intel Teach Elements. paltihan ini gratis, bersertifikat setara 60 jam pelatihan dan bertaraf Nasional yang dikeluarkan oleh Kemdiknas. Pada 3 bulan pertama ini, Intel menyediakan 3 buah laptop bagi peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan ini. Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada halaman Pengumuman di Forum ini atau di www.teach-indonesia.co.id

Peserta dalam proses Wawancara

Para Pemenang Intel Education Awards 2010

Guru Jadi Ujung Tombak Pembangunan Pendidikan Nasional

July 15, 2010 in Umum by Saparuddin,S.Pd

Guru menjadi ujung tombak dalam pembangunan pendidikan nasional. Utamanya dalam membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal.

Guru profesional dan bermartabat menjadi impian kita semua karena akan melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak. Guru profesional dan bermartabat memberikan teladan bagi terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat. Sertifikasi guru mendulang harapan agar terwujudnya impian tersebut. Perwujudan impian ini tidak seperti membalik talapak tangan. Karena itu, perlu kerja keras dan sinergi dari semua pihak yakni, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan guru.

Project based learning vs assessment based project

June 23, 2010 in Uncategorized by suarnaya

terminologi unit plan, lesson plan, action plan,sebaiknya disinkronisasi dengan terminologi rpp,sk/kd di KTSP, agar tidak terjadi misinterpretasi dalamToT based ICT

1 visitors online now
1 guests, 0 members
Max visitors today: 4 at 04:13 am UTC
This month: 4 at 09-01-2010 01:03 pm UTC
This year: 9 at 06-23-2010 04:08 am UTC
All time: 9 at 06-23-2010 04:08 am UTC