Membangun RPP membantu siswa mengejar mimpi dan masa depan
Oleh: Agnito Moningka untuk para guru di SD Kat. St. Paulus Bumi Beringin
Sebagai ucapan terima kasih bagi rekan guru yang telah mendidik anakku di sekolah ini.
28 Agustus 2010
Sumber:
Peraturan Pemerintah RI no.19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no.22 Tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006 Tentang Standar Isi
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no.23 Tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no.24 Tahun 2006 Tanggal 2 Juni 2006 Tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no.22 dan no.23
http://www.facebook.com/topic.php?uid=353930539615&topic=12957 tentang cara membuat RPP yang benar pada forum diskusi guru se-Indonesia
http://wawanwae.blogspot.com/2010/02/tips-cara-membuat-rpp-yang-baik-panduan.html
Laporan Juara Intel Education Award tahun 2009 dan 2010
Lampiran tentang 21st Century Skills dan Taksonomi Bloom pada Enhancement GSC
PENGANTAR
Tugas guru adalah mendidik agar siswanya sukses dalam pembelajaran dan sukses di masa depan. Demikian pendidikan merupakan proses terencana dan sistematik. Mata pelajaran adalah sarana menggapai kesuksesan siswa tadi. Nilai adalah hasil dari proses belajar siswa secara maksimal di mana guru menjadi pendamping, pendorong, penyemangat dan sumber informasi dari sekian banyak informasi yang dapat dicerna anak dalam dunianya.
Dunia anak sekarang sudah jauh berbeda dengan dunia saat guru sendiri menjadi siswa. Sumber belajar dan informasi sedemikian melimpah berada di seputar anak. Mereka dijejali oleh informasi lewat pendengaran, penglihatan, pengalaman, keingintahuan dan eksplorasi mereka sendiri. Artinya pembelajaran tidak boleh lepas dari dunia anak apapun matapelajaran itu. Anak dilatih melalui mata pelajaran yang diampuh guru, mampu mengambil sikap secara benar dan kritis atas apa yang terjadi di sekitar mereka. Maka pembelajaran menjadi pendidikan dan belajar untuk hidup bukan sekedar mengejar nilai tertinggi.
Persiapan menjadi kata kunci dalam sukses pembelajaran tersebut. Sukses pembelajaran harus dimulai persiapan guru mengajar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) hendaklah merupakan rincian proses tersebut. RPP yang rinci dapat dimengerti bahkan dilaksanakan oleh setiap orang yang membacanya karena RPP sebenarnya adalah Skenario dari Pembelajaran yang disusun secara terencana, sistematik, lengkap dan operasional.
Selama dua kali menjadi juri pada Intel Education Award yang dilaksanakan bersamaan dengan Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional kami menemukan betapa kurusnya RPP yang dibuat oleh para juara Propinsi ini. Sebenarnya sangat memprihatinkan. Beberapa hal dapat disebutkan: perumusan tujuan pembelajaran yang kurang baik, salahnya perumusan indikator, terlalu singkatnya Langkah-langkah pembelajaran dan masih banyak lagi. Intinya, RPP sangat kurus, tidak operasional dan orang yang membacanya tidak dapat membayangkan proses belajar mengajar di kelas dari RPP tersebut.
Sialnya lagi, RPP di kalangan guru sepanjang pengamatan kami adalah RPP yang copy-paste. Kalaupun punya RPP, pembelajaran yang terjadi di kelas tidak berlangsung sesuai dengan rencana yang dibuat oleh guru. Akhirnya yang ada adalah bagaimana pengetahun guru atau buku disampaikan dan diserap (bahkan dihafal atau dikerjakan) oleh siswa. Siswa tidak diberi kemampuan untuk mengembangkan apa yang sudah dia ketahui di sekitar dia berhubungan dengan materi ajar. Betapa RPP hanyalah rutinitas demi syarat administrasi semata dan bukan menjadi pegangan mutakhir guru dalam mengajar.
Merancang RPP
Format RPP
A. Identitas
Tuliskan identitas RPP terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas-/Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.
1. RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
2. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar tidak dapat diubah karena diambil dari Standar Isi dan Standar Kelulusan Siswa. Standar Kompetensi adalah kompetensi utama yang harus dicapai oleh siswa. Standar Kompetensi ini dijabarkan dalam beberapa Kompetensi Dasar yang harus dikuasai siswa setelah mengikuti pembelajaran.
3. Indikator.
Penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator ini harus dikembangkan oleh guru untuk siswanya sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.
Rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
Indikator ini menjadi dasar bagi penyusunan alat penilaian. Kalimat operasional menjadi syarat utama bagi penyusunan Indikator. Guru yang baik akan merumuskan Indikator dengan memperhatikan perkembangan pemikiran yang terdapat dalam Taksonomi Bloom (lihat lampiran).
Kalimat operasional terukur dapat berisi komponen ABCD (Audience = Siswa, Behavior = Perilaku, Competency = Kompetensi dan Degree = peringkat/ukuran).
4. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 40 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya.
B. Tujuan Pembelajaran
Tuliskan output (hasil langsung) dari satu paket pengalaman belajar yang dikemas oleh guru, karena itu penetapan tujuan pembelajaran dapat mengacu pada pengalaman belajar siswa.
C. Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan indikator. Materi dikutip dari materi pokok yang ada dalam silabus. Materi pokok tersebut kemudian dikembangkan menjadi beberapa uraian materi. Untuk memudahkan penetapan uraian materi dapat diacu dari indikator.
D. Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.
Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode-metode yang diintegrasikan dalam satu pengalaman belajar siswa:
1. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
2. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inquiri, observasi, tanya jawab, dan seterusnya.
E. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Langkah-langkah standar yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Kegiatan pendahuluan
Orientasi: memusat perhatian siswa terhadap materi yang akan dibelajarkan. Dapat dilakukan dengan menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar dan sebagainya.
Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada siswa tentang materi yang akan diajarkan.
Tahap ini juga dapat digunakan untuk mengetahui pengetahuan prasyarat yang harus dimiliki siswa, dapat digali dengan melakukan pretest atau serangkaian pertanyaan brainstorming yang dimulai dengan pertanyaan sederhana yang bisa dijawab oleh semua siswa dan lintas matapelajaran.
Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yang akan diajarkan.
Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar, bisa juga berupa mind mapping.
Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).
b. Kegiatan inti
Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui siswa untuk dapat menkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar siswa dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.
Untuk memudahkan, sebaiknya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS).
Catatan: LKS yang ada pada buku LKS yang diperdagangkan belum tentu sesuai dengan rencana yang disusun oleh guru.
Pentinglah bahwa guru secara rinci mendeskripsikan proses selama kegiatan inti ini. Guru melakukan apa dan siswa melakukan apa. Bila diperlukan guru juga hendaknya memberikan alat bantu (scaffolding) yang dapat menggiring siswa beraktivitas sesuai yang diharapkan guru.
c. Kegiatan penutup
Guru mengarahkan siswa untuk membuat rangkuman/simpulan.
Guru memeriksa hasil belajar siswa. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta siswa untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% siswa sebagai sampelnya.
Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi-/pengayaan.
F. Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber (tenaga ahli, seperti bidang, lurah, polisi, dsb), alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. Sumber belajar yang diambil dari Internet haruslah disebutkan secara jelas di sini.
G. Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian.
Perlu disadari oleh guru, bahwa:
1. RPP yang benar akan berdampak pada penulisan materi ajar dan LKS sendiri oleh guru. Sebab materi ajar pada Buku Pegangan Belajar Siswa dan LKS (yang dijual bebas) belum tentu sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun oleh guru.
2. Dengan menyusun sendiri RPP, guru mendorongan dirinya untuk menyiapkan fasilitas pembelajaran untuk memudahkan siswa belajar.
3. Ide-ide kreatif yang bertujuan membelajarkan siswa akan berdampak pada peningkatan efektifitas pembelajaran.
4. Ide-ide kreatif tersebut hanya dapat dihasilkan oleh seorang guru yang ikhlas berusaha mencerdaskan siswanya.
5. Dalam penyusunan RPP guru hendaknya juga memperhatikan bagaimana kerjasama, pemikiran kritis, kecakapan berpikir tingkat tinggi dapat diakomodir dalam RPP nya secara khusus tercermin dalam perumusan indikator dan langkah-langkah pembelajaran.
6. Kontrak belajar di awal semester atau pada setiap awal SK/KD sebaiknya dilaksanakan agar menjadi jelas apa hak dan tanggung jawab dari guru dan siswa.
7. Sistem penilaian yang akan dipergunakan oleh guru secara rinci diketahui oleh siswa.
Proses Pelatihan: (120 menit)
- Siapkan SK/KD yang akan dibuatkan RPP (5 menit)
- Mengisi Identitas (35 menit)
- Merumuskan Indikator sesuai dengan SK/KD dengan memperhatikan taksonomi bloom dan Kecakapan Abad 21 (30 menit)
- Menetapkan jumlah jam pelajaran (5 menit)
- Merumuskan Tujuan Pembelajaran (10 menit)
- Mendeskripsikan Materi Pembelajaran (15 menit)
- Menetapkan Metode Pembelajaran (5 menit)
- Menguraikan secara rinci langkah-langkah pembelajaran (30 menit)
- Menentukan Sumber-sumber belajar (10 menit)
- Menentukan sistem penilaian (10 menit)
Kecakapan berpikir taxonomi Bloom
| Tingkat |
Definisi |
Apa yang dilakukan guru |
Apa yang dilakukan siswa |
Kunci |
| Pengetahuan |
Mengidentifikasi dan memanggil kembali informasi |
Ceritakan, perlihatkan, tunjukkan |
Menyerap, mengingat, mengenali, mengakses awal pengetahuan |
Daftar, mengingat, menyebutkan |
| Pemahaman |
Mengerti informasi yang tersedia; menetapkan masalah dengan kata-katanya |
Membandingkan, membuat kontras, mendemonstrasikan |
Menjelaskan,
menterjemahkan, mendemonstrasikan |
Mendiskusikan, mengidentifikan, menceritakan |
| Aplikasi |
Menggunakan konsep pada situasi baru |
Mengobservasi, memfasilitasi, mengkritisi |
Memecahkan masalah, mendemonstrasikan pengetahuan |
Mengaplikasikan, menghitung, mengubah, memilih, mengklasifikasi, melengkapi, mendemonstrasikan, menemukan, mendramatisasi, menggunakan, menguji, eksperimen, mengilustrasikan, menginterprestasikan, memodifikasi, mengoperasikan, praktek, menghubungkan, menjadwalkan, menunjukkan, membuat sketsa, memecahkan, memakai |
| Analisa |
Membedah informasi ke dalam bagian-bagian kecil yang berhubungan |
Memandu, memeriksa, melayani sebagai sumber |
Membedah, mendiskusikan, menemukan |
Menganalisa, menilai, mengatur, menghitung, membuat kategori, mengklasifikasi, membandingkan, menghubungkan, membuat kontras, mengkritisi, mendebat, membuat pembedaan, membedakan, membagi, menguji, percobaan, menjelaskan, menduga, mengatur, bertanya, memilih, memisahkankan, tes |
| Sintesa |
Menempatkan informasi secara bersama untuk menciptakan sesuatu yang baru |
Memperluas, mengevaluasi, merefleksikan |
Menggeneralisasi, memformulasikan, merencanakan |
Menyusun, merakit/memasang, menggabungkan, menggubah, menciptakan, mendesain, menghitung, menggeneralisasi, mempersatukan, menemukan, mengatur, mengubah, mengorganisasikan, merencanakan, menyiapkan, mengusulkan, mengatur kembali, menulis kembali, menata, mengganti |
| Evaluasi |
Memutuskan nilai berdasarkan kriteria |
Mengklarifikasi, menerima, membuat cocok/ harmonis |
Memperdebatkan, menaksir, memilih |
Menghargai/menilai, memberi argumentasi, menilai, melampirkan, memilih, membandingkan, menyimpulkan, meyakinkan, memutuskan, mempertahankan, membedakan, memperkirakan, menerangkan, menilai/menghakimi, mengukur, meramalkan/memprediksikan, mengurutkan, membuat rata-rata, menganjurkan, memilih, meringkas, member dukungan, menguji, menghargai |
Kecakapan1 Abad 21
Kecakapan Informasi dan Komunikasi
|
Kecakapan informasi dan literasi media
Menganalisa, mengakses, mengatur, menggabungkan, mengevaluasi dan menciptakan informasi dalam beragam bentuk dan media. Memahami peran media dalam masyarakat.
Kecakapan Komunikasi
Memahami, mengatur dan menciptakan komunikasi langsung, tertulis dan multimedia yang efektif dalam beragam bentuk dan konteks.
|
Kecakapan Berpikir dan memecahkan permasalahan
|
Berpikir Kritis dan Berpikir Sistematis
Melatih analisa suara dalam memahami dan membuat berbagai pilihan, memahami interkoneksi antar sistem-sistem.
Mengidentifikasi, memformulasikan dan mencari solusi permasalahan
Kemampuan untuk membatasi, menganalisa dan memecahkan permasalahan.
Keingintahuan kreativitas dan intelektual
Mengembangkan, mengimplementasikan dan mengkomunikasikan ide-ide baru kepada orang lain, terbuka dan menghormati pandangan baru yang berbeda.
|
Kecakapan interpersonal dan mengendalikan diri
|
Kecakapan interpersonal dan kolaboratif
Menunjukkan kelompok kerja dan kepemimpinan; mengadaptasi berbagai tugas dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan pihak lain; melatih empati; menghormati pandangan yang berbeda.
Pengendalian Diri
Memantau pemahaman seseorang dan kebutuhan pembelajaran, menempatkan sumber daya yang sesuai, memindahkan proses pembelajaran dari satu kelompok ke kelompok lain.
Kemampuan untuk bertanggungjawab dan beradaptasi
Melatih tanggung jawab dan kemampuan respon pribadi di lingkungan kerja dan komunitas; mengatur dan memenuhi standar dan tujuan tinggi dari seseorang atau pihak lain; menghargai pikiran yang mendua.
Tanggungjawab Sosial
Menunjukkan tanggung jawab dengan memiliki minat terhadap komunitas yang lebih besar; menunjukkan etika tingkah laku dalam konteks pribadi, lingkungan kerja dan komunitas.
|